Solo Traveler

    • Home
    • About
    • Destinations
    • _Jogja
    • _Lampung
    • _Jawa Tengah
    • _Jawa Timur
    • _Lain-lain
    • Others
    • _Videos
    • _Articles

    Ini adalah sebuah video dokumentasi perjalanan saya bersama Pak Arief Nugroho (Kepala Seksi Pengembangan Pasar Disparekraf Lampung) dan Pak Sami Muhtarom (Kepala Seksi Pelayanan UPTD Menara Siger) pada saat mengambil foto destinasi wisata di Kabupaten Lampung Selatan. 

    Kami menyusuri keindahan pantai-pantai di Pesisir Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan bersama muli (sebutan bagi gadis Lampung) dari Kabupaten Lampung Selatan, Rinjani (muli Lampung Selatan tahun 2012) dan Fera Queen (muli Lampung Selatan). Sebenarnya sata tidak berniat untuk membuat video dokumentasi, hanya iseng mengambil gambar perjalanan kami, tetapi setelah saya lihat file-file videonya, kok kayaknya bisa dirangkai menjadi sebuah video, maka jadilah video perjalanan wisata yang asal ambil ini.

    Terima kasih kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan yang telah membantu dan memberikan informasi tentang destinasi wisata di Lampung Selatan terutama di daerah pesisirnya.


    Continue Reading

    Provinsi Lampung memiliki 54 pulau-pulau kecil yang berada pada dua buah teluk besar yaitu Teluk Lampung dan Teluk Semaka. Dengan letaknya yang sangat strategis dan keindahan alam Teluk Lampung, gugusan Gunung Krakatau, Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan atraksi wisata lain yang tersebar di 15 Kabupaten/Kota menjadikan Lampung sebagai kawasan wisata alternatif bagi warga Banten, Jakarta dan daerah lain di Sumatra.


    Dengan potensi pariwisata Lampung tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung membuat tagline “Lampung The Treasure of Sumatra.” Soft launching tagline pariwisata lampung tersebut dilaksanakan pada tanggal 28 April 2016 di Harris Hotel & Residence, Sunset Road, Kuta, Bali. Sesaat setelah launching tagline, diadakan penandatanganan MOU antara ASITA Lampung dan Bali. Pada saat yang bersamaan juga dilaksanakan Lampung Tourism Business Meeting & Pameran Pariwisata Lampung.


    Tagline dan logo branding "Lampung the Treasure of Sumatra" kemudian secara resmi di launching oleh Gubernur Lampung Ridho Ficardo pada Acara Jelajah Rasa Festival Krakatau 2016 di Lapangan Saburai, Bandar Lampung.


    Logo branding "Lampung the Treasure of Sumatra" mengadaptasi bentuk Siger (mahkota yang dikenakan oleh wanita Lampung pada upacara-upacara adat dan merupakan suatu simbol kehormatan dan simbol budaya Lampung yang sering diaplikasikan pada bangunan, monumen serta berbagai ragam hias). Sedangkan warna-warna pada logo mempunyai filosofi sebagai berikut :
    1. Warna merah melambangkan kehidupan, yang memiliki sifat yang tegas dan kuat.
    2. Warna jingga melambangkan inovasi, semangat pembaruan, yang memiliki sifat aktif dan sifat keterbukaan.
    3. Warna hijau melambangkan kreativitas, ramah kepada alam, keselarasan, yang memiliki sifat menyenangkan dan keterbukaan.
    4. Warna biru melambangkan kesemestaan, kedamaian, keteguhan, yang memiliki sifat yang menyejukkan dan tenang.
    5. Warna hitam pada tulisan ”Lampung” menggambarkan kekuatan yang memiliki sifat tenang dan dapat menyelaraskan atau beradaptasi. Warna yang kuat diperingan dengan membuat huruf tampil lebih dinamis dan tidak kaku.
    6. Warna emas pada tagline (tema branding) menggambarkan keagungan yang memiliki sifat mulia dan terpuji.
    Sedangkan tulisan “Lampung” menunjukkan sebuah tempat yang menyenangkan dan terbuka bagi siapapun (invitation to come), yang memiliki alam yang menyegarkan dan membawa ketenangan (refreshing) namum sarat dengan ragam budaya yang hidup dan budaya yang kuat (richness).

    Tulisan "The Treasure of Sumatra" pada tagline ini secara universal dapat diartikan "Ragam Kekayaan Sumatra." Tema ini dimaknai sebagai kekayaan alam dan kekayaan budaya yang ada di Provinsi Lampung yang terletak di Pulau Sumatra, salah satu pulau terbesar di Indonesia yang kaya akan hasil bumi, keindahan alam, adat istiadat, kearifan lokal, seni budaya serta keramahtamahan masyarakatnya. Inti dari tema ini menyampaikan pesan bahwa Lampung kaya akan keindahan alam dan keragaman budaya, Lampung memiliki banyak keindahan yang tidak terduga dan sulit diungkapkan. Potensi pariwisata dan budaya Lampung selama ini terkesan tersembunyi padahal sebenarnya Lampung memiliki daya tarik dan keindahan yang luar biasa bagaikan sebuah kekayaan yang telah lama terpendam. Hal inilah yang melengkapi dan menjadi keunggulan Lampung sebagai salah satu destinasi pariwisata di Indonesia.




    Continue Reading

    Ini adalah gambaran sekilas dari beberapa destinasi dan pesona keindahan Lampung yang dirangkai dalam sebuah film berdurasi 7 menit.


    Continue Reading

    Ini adalah gambaran sekilas dari beberapa destinasi dan pesona keindahan Lampung yang dirangkai dalam sebuah film berdurasi 1 menit.


    Continue Reading
    Dalam perjalanan pulang ke Solo, saya mampir ke Curug Tegalrejo yang letaknya tidak jauh dari Kabupaten Klaten. Jam 06.13 WIB saya berangkat Jogja. Saya memilih berangkat pagi-pagi untuk menghindari jalanan yang macet dan ramai. Di google map tertulis jarak menuju Curug Tegalrejo 39,9 km dan ditempuh dalam waktu 1 jam 23 menit. 

    Perjalanan menuju Curug Tegalrejo sangat lancar karena jalanan memang belum terlalu ramai. Jam 07.47 WIB saya sampai di tujuan dan sempat bingung karena tempatnya sangat sepi, tempat parkirpun masih tutup. Akhirnya saya bertanya kepada seorang ibu yang kebetulan sedang lewat, kata beliau curug tersebut memang buka agak siang. Saya memutuskan untuk turun lagi dan menitipkan motor di sebuah rumah yang terdekat dari lokasi curug. Rumah terdekat tersebut ternyata rumah Pak RT (ada tulisan Ketua RT 04). Dari rumah Pak RT, saya harus berjalan kaki lagi sekitar 400 meter menuju Curug Tegalrejo.

    Letak
    Curug Tegalrejo terletak di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Jogja dan berbatasan dengan Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Karena letaknya dekat dengan Kecamatan Bayat, ada beberapa orang yang menyebut curug ini dengan nama Curug Bayat, tetapi anehnya di lokasi curug ini terdapat tulisan Curug Taman Wisata, jadi yang benar namanya apa ya? Untuk mencapai lokasi Anda bisa menggunakan GPS karena tidak tersedia petunjuk untuk menuju tempat ini.

    Potensi
    Potensi curug ini sebenarnya bagus sekali, namun sepertinya belum dikelola secara serius, terlihat dari fasilitas yang belum memadai, tidak ada toilet dan tempat sampah. Saya hanya menjumpai 3 curug dimana setiap curugnya terdapat kolam dengan kedalaman yang bervariasi. 

    Sebelum pulang saya sempat ngobrol dengan Pak RT. Informasi dari beliau total ada 6 curug, tetapi harus menyusuri sungai. Beliau mengatakan tempat ini belum mendapatkan bantuan sama sekali dari pemerintah daerah, makanya pengelolaannya masih seadanya. 

    Untuk mengunjungi curug ini tidak dipunggut tiket masuk, hanya membayar retribusi parkir motor sebesar Rp. 2.000,-, tetapi karena saya kesini kepagian dan belum ada petugas yang datang, saya tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Terima kasih Pak RT, boleh nitip motor dan sudah dikasih informasi.




    Continue Reading

    Ada destinasi wisata alam baru di Kabupaten Karanganyar, namanya Air Terjun Pengantin. Saya mengetahui tempat ini secara tidak sengaja sewaktu mau pulang ke Solo setelah mengunjungi ke Air Terjun Sewawar dan Sedinding.

    Letak
    Air terjun ini terletak di Dusun Banaran, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Jaraknya sekitar 43 km dari Kota Solo. Air terjun ini masih satu desa dengan Candi Cetho, kalau dari jalur Kemuning ke Jenawi, Candi Cetho arahnya belok kanan, sedangkan air terjun ini masih lurus sekitar 1 km, nanti akan ada papan penunjuk "Air Terjun Pengantin" yang dibuat seadanya oleh warga. Ikutilah petunjuk yang ada atau tanyalah ke warga karena tempat ini saya cek belum masuk ke google map. Air terjun ini cuma bisa dijangkau dengan  motor karena jalannya sempit.

    Waktu membaca ada papan penunjuk "Air Terjun Pengantin," dalam benak saya air terjunnya pasti berdampingan, tetapi ternyata tidak, antara air terjun yang satu dengan satunya letaknya lumayan jauh, sekitar 1 km. Mas Sularno (salah satu pengelola tempat ini) mengatakan kalau tempat ini dibuka untuk umum baru sekitar sebulan, walaupun masih baru tempat ini sudah dilengkapi dengan tempat parkir dan satu spot foto. Kedepan akan dibangun beberapa spot foto dengan latar belakang perkebunan yang hijau.

    Air Terjun Pengantin Lanang/Laki-laki
    Air Terjun Pengantin Lanang/Laki-laki ini lebih mudah dijangkau, hanya sekitar 100 meter dari tempat parkir dengan jalur yang landai dan sedikit menurun ketika mendekati air terjun. Karena airnya yang bersih dan segar, sumber air dari air terjun ini dimanfaatkan oleh PDAM Kabupaten Sragen sebagai sumber air. Air terjun Pengantin Laki-laki ini terdiri dari beberapa tingkatan yang tidak terlalu tinggi.

    Jalan turun sebelum air terjun Pengantin Lanang
    Air Terjun Pengantin Lanang
    (Perjalanan menuju Air Terjun Pengantin Lanang/Laki-Laki)

    Air Terjun Pengantin Wedok/Perempuan
    Sedangkan Air Terjun Pengantin Wedok/Perempuan letaknya sekitar 1 km dari Air Terjun Lanang. Saya sarankan kalau mau ke Air Terjun Wedok jangan sendirian, karena selain jalan setapaknya yang sempit, licin (di musim hujan) dan ditumbuhi rerumputan yang lebat, masih ada beberapa monyet liar yang saya temui. Saya sebenarnya berniat mengunjungi Air Terjun Pengantin Wedok, tetapi sewaktu ketemu monyet dan bingung jalan mana yg mau diambil (saya cuma menemukan 2 papan petunjuk dan tidak menemukan petunjuk lagi setelah dekat dengan air terjun), saya memutuskan untuk kembali.

    (Petunjuk pertama menuju Air Terjun Pengantin Wedok sebelum masuk ke jalan berupa kebun warga)
    (Jalan menuju Air Terjun Pengantin Wedok melewati perkebunan warga)
    (Petunjuk kedua menuju Air Terjun Pengantin Wedok sebelum memasuki jalan setapak yang berumput lebat)
     (Jalan setapak dengan rerumputan yang lebat)
    (Air Terjun Pengantin Wedok yang saya ambil dari kejauhan sebelum memutuskan untuk kembali)

    Goa Seloumeng
    Selain air terjun, terdapat sebuah goa di tempat ini, namanya Goa Seloumeng. Jaraknya sekitar 500 meter dari tempat parkir dengan jalur berupa tanjakan yang lumayan. Ada bendera atau umbul-umbul sebagai pertanda lokasi goa, karena saya lihat masih jauh dan jalannya yang menanjak, maka saya mengurungkan niat untuk memasuki goa.

    Tiket masuk : Rp. 3.000,- (air terjun dan goa)
    Parkir motor : Rp. 2.000,-
    Continue Reading

    Penasaran gara-gara nonton trailer "Bocah Angon" di youtube yang salah satu pemainnya adalah anak dari teman kantor, saya memutuskan untuk mengunjungi Air Terjun Sewawar dan Sedinding. Pukul 09.30 WIB saya berangkat dari rumah dengan motor sudah full tank dan bantuan google map. Perjalanan mulai terasa agak berat ketika sudah sampai di daerah Kemuning, karena jalannya menanjak dan berkelok-kelok. Jadi kalau kamu berencana mengunjungi destinasi wisata ini diharapkan menggunakan kendaraan yang "sehat." Setelah menempuh perjalanan 1 jam lebih akhirnya saya sampai ke tempat tujuan, walaupun tadi sempat dibuat bingung ketika jalan yang ditunjukkan oleh google map ditutup karena sedang ada acara nikahan. 

    Letak
    Air Terjun Sewawar dan Sedinding berada di Dukuh Sekarang, Desa Trengguli, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, sekitar 45 km dari Kota Solo. Papan penunjuk menuju air terjun masih sangat minim, saya baru menemui papan petunjuk 2 km sebelum air terjun, kalau mau kesini silahkan menggunakan bantuan google map. Karena jalannya sempit, kendaraan yang bisa masuk sampai mendekati pintu masuk cuma motor, sedangkan mobil bisa diparkir dibawah, 500 meter sebelum pintu masuk. 

    Menurut Pak Narso (pengelola air terjun), tempat ini baru dibuka untuk umum awal tahun 2016, meski begitu tempat ini sudah dilengkapi dengan fasilitas toilet, tempat parkir dan warung makan. Dari tempat parkir, pengunjung masih harus berjalan untuk menuju air terjun. Sekitar 100 meter dari pintu masuk ada warung makan dan persimpangan jalan menuju Air Terjun Sewawar dan Air Terjun Sedinding. 

    (Persimpangan jalan menuju Air Terjun Sedinding dan Sewawar)

    Air Terjun Sedinding
    Saya memilih untuk mengunjungi Air Terjun Sedinding terlebih dahulu yang letaknya lebih jauh, sekitar 700 meter dari persimpangan penunjuk jalan tersebut dengan track berupa tanjakan dengan hamparan kebun milik warga setempat di kanan dan kirinya. Karena jalannya lumayan jauh dan menanjak, saya sempat berhenti beberapa kali untuk beristirahat. Rasa ngos-ngosan akan terbayar setelah sampai di Air Terjun Sedinding yang tingginya sekitar 8 meter dengan kolam dibawahnya dengan air yang segar dan sejuk. Di dekat air terjun ada sebuah warung makan (tetapi waktu itu sedang tutup) dan sebuah jembatan bambu.

    (Selfie dengan background Air Terjun Sedinding)

    (Air Terjun Sedinding)

    Air Terjun Sewawar
    Puas menikmati dan bermain di Air Terjun Sedinding, saya pun beranjak ke air terjun kembarannya yang terletak dibawahnya dan masih satu aliran sungai, yakni Air Terjun Sewawar. Air Terjun Sewawar letaknya sekitar 100 meter dari persimpangan jalan pintu masuk dengan track yang lebih landai. Air Terjun Sewawar tingginya sekitar 25 meter dengan bebatuan dibawahnya. Waktu saya kesini airnya tidak terlalu banyak, kalau musim penghujan mungkin airnya akan lebih banyak lagi. Di dekat air terjun juga ada sebuah warung makan (waktu itu juga tutup).

    (Air Terjun Sewawar meskipun penuh dengan batu besar dibawahnya, pengunjung masih bisa bermain air)

    (Mahasiswa dari Solo yang juga tertarik untuk berkunjung ke air terjun)

    Saat berpamitan dan cerita ke Pak Narso kalau trailer "Bocah Angon" sudah ada di youtube, tampak wajah bangga dan gembira dari beliau. Saat menemukan filmnya di youtube, dengan penasaran dan antusias Pak Narso dan rekan-rekan menonton trailer film "Bocah Angon" tersebut.

    Tiket Masuk  : Rp. 4.000,-
    Parkir Motor : Rp. 2.000,-

    (Video perjalanan menuju Air Terjun Sewawar dan Sedinding)

    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories
    Powered by Blogger.

    Find Me

    • facebook
    • instagram
    • youtube

    recent posts

    Labels

    Air Terjun Articles Bantul Coretan Desa Wisata Destinations Gunungkidul Jawa Tengah Jawa Timur Jogja Lain-lain Lampung Others Palembang Sleman Soloraya Sumatra Utara Sunrise Sunset Videos

    Blog Archive

    • June 2020 (3)
    • August 2018 (1)
    • May 2018 (1)
    • October 2017 (2)
    • August 2017 (7)
    • July 2017 (8)
    • June 2017 (8)
    • May 2017 (21)
    • April 2017 (7)
    • April 2016 (2)

    Wonderful Indonesia

    Wonderful Indonesia

    Translate

    facebook instagram Twitter youtube google plus

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top