Solo Traveler

    • Home
    • About
    • Destinations
    • _Jogja
    • _Lampung
    • _Jawa Tengah
    • _Jawa Timur
    • _Lain-lain
    • Others
    • _Videos
    • _Articles

    Akhir bulan kemarin beredar informasi di media sosial bahwa bulan Juni ini destinasi wisata di Yogyakarta akan dibuka. Informasi tersebut ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Namun informasi itu tidaklah benar. Saat ini Pemerintah Daerah (Pemda) DIY masih belum memutuskan untuk membuka destinasi wisata di Yogyakarta. Pembukaan destinasi wisata tersebut masih menunggu rekomendasi dari Gugus Tugas Penanganan covid 19 DIY.

    Sekarang ini sedang berlangsung dan akan dilaksanakan beberapa kegiatan dalam rangka menyiapkan “The New Normal“ kondisi pariwisata pasca pandemi covid 19, antara lain :
    1. Pembersihan destinasi wisata
    2. Perbaikan fasilitas di destinasi wisata
    3. Penambahan fasilitas kebersihan
    4. Penyediaan fasilitas cuci tangan
    5. Peningkatan kualitas SDM dengan pelatihan online (marketing, visitor management, pemanduan)
    6. Penyusunan SOP Standar Protokol Kebersihan, Kesehatan dan Keamanan untuk akomodasi, restoran, transportasi, destinasi dan event.
    7. Sosialisasi dan uji coba SOP Standar Protokol Kebersihan, Kesehatan dan Keamanan.

    Nantinya pembukaan destinasi wisata akan dilakukan secara bertahap dan selanjutnya akan dievaluasi.
    Continue Reading

    Akhir-akhir ini kata "new normal" sering sekali kita dengar. "New normal" akan dijadikan era setelah adanya pandemi covid-19. Lalu, apakah yang dimaksud dengan "new normal?"
    Berikut beberapa arti dari "new normal" :
    Achmad Yurianto (Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19) : New normal lebih menitikberatkan perubahan budaya masyarakat untuk berperilaku hidup sehat. Cara yang bisa dilakukan misalnya : rutin cuci tangan dengan sabun, memakai masker saat keluar rumah, jaga jarak aman dan menghindari kerumunan.
    Wiku Adisasmita (Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19) : New normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan covid-19.
    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan : New normal (kenormalan baru) adalah keadaan normal yang baru (belum pernah ada sebelumnya).
    Jadi...sudah siapkah kita menuju "new normal?"
    Continue Reading

    Mewabahnya pandemi covid 19 membuat industri pariwisata terpuruk. Salah satunya adalah industri perhotelan. Banyak industri perhotelan yang menutup usahanya untuk sementara, meski ada juga beberapa hotel yang masih tetap beroperasi.
    Untuk mengatasi anjloknya occupancy, pengelola hotel memutar otak agar bisnisnya tetap eksis di tengan pandemi covid 19. Salah satu stategi yang diambil adalah menjual paket staycation. Apa itu staycation? Staycation merupakan gabungan dari dua kata, stay (tinggal) dan vacation (berlibur). Jadi staycation bisa diartikan sebagai berlibur dengan cara menetap atau tinggal. Menurut Google Dictionary, staycation adalah liburan yang dilakukan di negara sendiri, bukan di luar negeri, atau liburan yang dilakukan di rumah dan melibatkan perjalanan ke atraksi-atraksi lokal yang berada di sekitar area tempat tinggal. Sedangkan menurut Cambridge Dictionary, definisi Staycation adalah liburan yang dilakukan di rumah atau di dekat rumah tanpa pergi atau melakukan perjalanan ke tempat lain.
    Di Amerika Serikat trend staycation sudah dikenal sejak tahun 2003, sedangkan di Indonesia baru trend akhir-akhir ini di kota-kota besar. Hotel, apartment, dan villa menjadi pilihan favorit tujuan staycation di Indonesia. Hotel atau akomodasi lainnya yang nyaman serta memiliki fasilitas yang lengkap tersebut dianggap mampu memberikan suasana berbeda daripada menghabiskan hari libur berdiam diri di rumah. Lokasi hotel atau apartment yang berdekatan dengan pusat hiburan lainnya seperti Mall atau kawasan kuliner menjadi nilai tambah.
    Continue Reading

    Mie sudah menjadi bagian dari khazanah kuliner Indonesia. Mie pun menjadi alternatif makanan selain nasi sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia. Di Jogja banyak sekali warung mie ayam, namun setiap warung mempunyai cita rasa masing-masing. Kali ini saya mencoba mencicipi Mie Ayam Pak Bambung.

    Pak Bambung yang bernama asli Pak Wagiman sudah cukup lama berjualan mie ayam. Awalnya beliau hanya berjualan mie ayam biasa, kemudian beliau melakukan inovasi. Dari satu jenis mie ayam, beliau mengembangkannya menjadi 32 jenis mie ayam. Ada mie ayam kuah, mie ayam goreng, mie ayam hotplate dan mie ayam bakar. Sedangkan "topingnya" ada bakso, sosis, ceker, jamur, telur celok, telur orak-arik dan komplit. Harga yang dibanderol beragam, tergantung dari jenis mie ayam yang dipilih, mulai Rp. 9.000,- s.d. Rp.22.000,-. 

    Mie Ayam Pak Bambung buka dari jam 10.00 - 16.00 WIB (kadang sebelum jam 4 sudah habis). Pak Bambung membuka lapak di simpang 4 Jalan Gotong Royong, Karangwaru, di Utara SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (Muhi).

    Sewaktu kesini, saya memesan Mie Ayam Hotplate Komplit. Karena memakai hotplate, mie ayam ini sangat panas, kuahnya pun sangat kental. Bumbunya meresap dengan sempurna dan bagi yang suka ceker, cekernya sangat empuk dan lembut.


    Mie Ayam Hotlate Komplit
    Penasaran??? Langsung aja cobain Mie Ayam Pak Bambung.

    Continue Reading

    Kabupaten Malang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata. Deretan pantai di wilayah selatan Kabupaten Malang sepanjang 102 km yang berbatasan langsung dengan Pantai Selatan Pulau Jawa menjadi potensi pariwisata yang luar biasa. Salah satunya adalah Kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna yang terletak di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.


    Kawasan CMC Tiga Warna berjarak ± 70 kilometer dari Kota Malang dengan perkiraan waktu tempuh sekitar 2 jam.  Kawasan CMC Tiga Warna hanya dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi, baik dengan sepeda motor maupun mobil, karena tidak ada transportasi umum menuju destinasi wisata ini.
    Pantai Tiga Warna
    Pantai Gatra
    Kawasan CMC Tiga Warna meliputi 6 pantai, yaitu Pantai Tiga Warna, Pantai Gatra, Pantai Clungup, Pantai Mini, Pantai Sapana dan Pantai Batu Pecah. Khusus untuk Pantai Tiga Warna, Pantai Mini, Pantai Sapana dan Pantai Batu Pecah pengunjung harus melakukan reservasi jauh-jauh hari sebelum kedatangan dan wajib didampingi oleh pemandu (guide) dari CMC Tiga Warna.
    Briefing sebelum perjalanan menuju pantai
    Guide selalu membawa "kotak sampah" dari bambu untuk tempat puntung rokok
    Daya tarik dari Kawasan CMC Tiga Warna adalah pantai berpasir putih dengan terumbu karang dan biota laut yang masih terjaga. Aktivitas wisata yang dapat dilakukan selain bermain pasir dan air adalah trekking, camping, snorkeling, diving, melakukan aktifitas water sport cano dan banana boat, menyusuri mangrove dengan perahu bebas emisi tenaga surya (solar cell), mengunjungi rumah apung dan melakukan kegiatan konservasi (menanam bibit mangrove, melepas anak penyu, pemasangan terumbu karang).

    Fasilitas dan amenitas yang ada di Kawasan CMC Tiga Warna sudah lumayan lengkap, antara lain tempat parkir, mushola, toilet, homestay, bank, masjid, mushola, gereja, bengkel, warung, gazebo, kano dan camp area (Pantai Gatra). Hampir semua fasilitas yang ada di Kawasan CMC Tiga Warna tersebut dibangun dengan dana swadaya masyarakat.
    Banana Boat
    Camp Area
    Cano

    Mushola
    Untuk menjaga ekosistem agar tidak rusak, pengelola menerapkan peraturan dan tata tertib yang ketat kepada pengunjung, antara lain :
    • Pengunjung wajib melapor kepada pengelola kawasan.
    • Dilarang membawa minuman keras dan obat-obatan terlarang.
    • Dilarang berburu satwa di kawasan konservasi.
    • Dilarang berburu ikan menggunakan bahan peledak, bahan beracun dan alat-alat lain yang dapat merusak ekosistem laut.
    • Dilarang mengambil/merusak terumbu karang dan pasir laut.
    • Dilarang menebang dan merusak pohon di kawasan konservasi.
    • Dilarang membuat perapian di luar tempat yang telah ditentukan.
    • Barang yang berpotensi menghasilkan limbah yang dibawa masuk harus melalui pemeriksaan dan didata oleh petugas pos serta diperiksa kembali saat meninggalkan area konservasi.
    • Pengunjung dikenakan denda Rp.100.000,-/item limbah dan barang yang hilang dari daftar check list barang.
    • Dilarang berbuat zina di area konservasi.
    • Kunjungan selain ke estuari Clungup dan Pantai Gatra wajib didampingi pemandu.
    • Pengunjung harus mentaati tata tertib dan menjaga sopan santun kearifan lokal konservasi.

    Pos checklist barang
    Pos cek sampah 
    Kawasan CMC Tiga Warna dikelola oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat bernama Bhakti Alam Sendang Biru. Terbentuknya Bhakti Alam Sendang Biru berawal dari sebuah organisasi yang dibentuk oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Malang bernama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Gatra Olah Alam Lestari (GOAL). Pokmaswas dibentuk untuk memaksimalkan pengawasan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil oleh masyarakat setempat. Sejak tahun 2013 Pokmaswas Goal secara intensif telah melakukan kegiatan konservasi melalui Program Pegembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT). Sampai saat ini area konservasi telah mencapai 81 Ha dengan kegiatan antara pembibitan dan penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, marine education dan penetasan telur penyu.

    Visi dari Bhakti Alam Sendang Biru adalah “Hidup Bersama Alam” sedangkan misinya adalah : Membangun masyarakat yang cinta lingkungan, membentuk masyarakat desa konservasi, memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab melalui program pemberdayaan masyarakat dan berpartisipasi aktif dalam pengembangan desa wisata di Jawa Timur.

    Berbagai penghargaan berhasil diterima pengelola Kawasan CMC Tiga Warna, antara lain :
    1. Bapak Saptoyo (Ketua Pengurus) sebagai Inspiring Figure in Environment Jawa Pos Radar Malang Award 2018.
    2. Pantai Tiga Warna sebagai Juara II Anugerah Pesona Indonesia dari Kementerian Pariwisata Kategori Obyek Wisata Bersih Terpopuler (Most Popular Cleanliness) 2017.
    3. Lia Putrinda Anggawa Mukti (Ketua Dewan Pendiri) atas prestasi yang telah diraih dalam mengharumkan nama bangsa dan negara serta menjadi inspirator bagi masyarakat Indonesia 2017 dari Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila.
    4. Bapak Saptoyo sebagai Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2016.
    5. Terbaik I Anugerah Wisata Jawa Timur 2017 kategori Daya Tarik Wisata Alam.
    6. Lia Putrinda Anggawa Mukti mendapatkan Penghargaan Untuk Wanita Muda Inspiratif dalam Lomba Rekam Cerita oleh Kotex dari Kimberly - Clark Indonesia Tahun 2016.
    7. Lia Putrinda Anggawa Mukti sebagai Terbaik I Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2016 Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam.
    8. Kalpataru tingkat Provinsi Jawa Timur kepada Bapak Saptoyo kategori Perintis Lingkungan. Tahun 2016.
    9. Juara I Pengembangan Kawasan Pesisir Tangguh (PKPT) Adibakti Mina Bahari 2015 Kementerian Kelautan dan Perikanan.
    10. Pengharagaan dari Bupati Malang kepada Bapak Saptoyo atas jasa dan pengabdian serta kepeduliannya di bidang ekonomi dan pembangunan dalam mendukung pembangunan Kabupaten Malang tahun 2014.
    Continue Reading
    Older
    Stories
    Powered by Blogger.

    Find Me

    • facebook
    • instagram
    • youtube

    recent posts

    Labels

    Air Terjun Articles Bantul Coretan Desa Wisata Destinations Gunungkidul Jawa Tengah Jawa Timur Jogja Lain-lain Lampung Others Palembang Sleman Soloraya Sumatra Utara Sunrise Sunset Videos

    Blog Archive

    • June 2020 (3)
    • August 2018 (1)
    • May 2018 (1)
    • October 2017 (2)
    • August 2017 (7)
    • July 2017 (8)
    • June 2017 (8)
    • May 2017 (21)
    • April 2017 (7)
    • April 2016 (2)

    Wonderful Indonesia

    Wonderful Indonesia

    Translate

    facebook instagram Twitter youtube google plus

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top